Kompol Sambodo
Satu Hari, Anak Motor di Markas TMC
"Ada yang bisa kami bantu? Dari bapak siapa? Tabrak lari?Kejadiannya di mana? Bapak masih ingat nomor polisi mobil yang menabrak? Berapa nomornya? Baik, berapa nomor telpon bapak? Baik, anggota kami yang terdekat dengan posisi itu segera bergerak." Begitulah kalimat salah seorang operator di Traffic Management Center (TMC) yang didengar oleh 74 orang bikers dari 18 klub motor di Jakarta, belum lama ini. Beberapa komunitas atau klub tersebut di antaranya Independent Bikers Club (IBC), Honda Supra Jakarta (HSJ), Yamaha Vixion Club (YVC), dan Pulsarian Community.
Kantor TMC ada di markas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, sayap kiri. Kunjungan itu diprakarsai Road Safety Association (RSA).
Setelah memasuki ruangan monitor yang mirip bioskop, petugas TMC memperlihatkan layar proyektor komputer yang langsung menampilkan lokasi sekitar tempat kejadian perkara, dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). GPS itu terpasang di 29 unit mobil dan 15 unit sepeda motor patroli. Bahkan, di seluruh jagat Jakarta telah dipasang sebanyak 160 unit kamera pengawas (CCTV) yang ditempatkan di berbagai titik macet dan rawan gangguan keamanan. Di antaranya di kawasan Pancoran, Bundaran HI, Mabes Polri, hingga Istana Negara.
Melalui CCTV , terlihat pula posisi polisi terdekat dengan lokasi. Petugas di TMC lainnya langsung memberikan informasi pada polisi terdekat itu. Pada layar proyektor lainnya, nomor polisi kendaraan yang diduga melakukan aksi tabrak lari, pencurian, dicari datanya, lewat jaringan intranet. Setelah data masuk, keluarlah nama pemilik kendaraan, alamat, nomor rangka, nomor mesin, tahun pembuatan, dan data lainnya.
Selain telepon 112, pengaduan bisa melalui pesan pendek ke nomor 1717, bisa pula mengklik di internet lewat alamat situs http://www.lantas.metro.polri.go.id, atau kirim fax ke nomor 021 5276004. Bisa juga telepon ke 021 5276001.
"Semua peralatan itu difungsikan petugas (TMC), selama 24 jam, yang dibagi dalam tiga shift. Mereka bekerja di ruangan khusus berukuran 10 X 10 meter persegi,"ujar Koordinator TMC Komisaris Polisi Sambodo di ruang monitor TMC.
TMC pertama kali diluncurkan 11 April 205 oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya ketika itu Kombes Djoko Susilo. Lembaga itu sangat membantu tugas polisi saat bertugas di jalan raya (polantas). “Bayangkan, sejak Januari tahun ini sampai 15 November 2008, sudah terjadi 3.462 kecelakaan lalu lintas, 75% di antaranya kecelakaan sepeda motor. Karena itu, hati-hati di jalan. Saya yakin kalau anak-anak klub motor selalu pakai helm full/half face, menggunakan sepatu saat berkendara, dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Sambodo.
Safety Riding
Sebelumnya, (8/11), komunitas anak motor telah mengadakan kampanye keselamatan berkendara (safety riding) di jalur utama kota Jakarta, seperti Sudirman, Thamrin, hingga Senayan. Acara yang dikemas pada ajang kumpul komunitas Indonesia Consumunity Expo (ICE) 2008 itu dalam berbentuk konvoi dan pembagian pamflet , stiker, dan leaflet. Mereka juga mengadakan kuis safety riding berhadiah helm full face, bodyprotector, dan sarung tangan.
Upaya menanamkan kesadaran berkendara yang baik dan selalu tertib lalu lintas juga akan dilakukan di kalangan pelajar. Pertengahan Desmber mendatang, IBC akan mengggelar program Safety Riding Goes To School dengan melibatkan instruktur dari RSA maupun produsen otomotif. (rw/ban)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar