ISPA dan DBD Terbanyak Jangkiti Warga Jakarta
JAKARTA – Tingginya tingkat polusi udara di Jakarta ditambah lingkungan yang tidak sehat, menjadi penyebab utama warga Jakarta yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Dalam catatan Unit Pelayanan Kesehatan Pemprov DKI Jakarta sejak 2006 hingga 2008, sudah terdapat 26.484 penderita ISPA. Sebanyak 5.920 PNS atau 22,35% di antaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS). Tahun ini, yang terjangkiti ISPA sebanyak 6.040 orang. Bahkan, tiap bulannya, tercatat 735 PNS yang mendatangi klinik di Balai Kota.
”Penderita ISPA itu tercatat paling banyak yang datang ke puskesmas,” kata Kasubdis Pemasaran Sosial dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Tini Suryanti, kepada Investor Daily, Rabu (2/12). Namun, kata Tini, ISPA termasuk penyakit yang mudah sembuh, kecuali bagi pasien yang menderita penyakit paru-paru dalam bentuk pneumonia. ”Jika tak cepat ditangani, bisa juga menyebabkan kematian,” ujarnya.
Petugas di Unit Pelayanan Kesehatan di Balai Kota Aryawan Wichaksana, menjelaskan, PNS yang berobat sebagian besarnya merupakan karyawan administrasi, beberapa tenaga pengajar, dan lain-lain jenis pekerja. Selain menderita ISPA, kata Aryawan seperti dikutip beritajakarta.com, mereka juga mengeluhkan adanya gangguan nyeri otot (muscle pain), gejala nyeri ulu hati, mual-mual, dan perut kembung.
Selain ISP, penyakit yang banyak menjangkiti warga Jakarta adalah demam berdarah dengue (DBD). Hingga November 2008, terdapat 26.356 kasus DBD. Disusul penyakit TBC 2.178 kasus, diare 20.106 kasus, tiphus 10.339 kasus, dan leptospirosis 39 kasus.
Dari jumlah itu, sudah sebanyak 24 orang meninggal dunia. ”Kebanyakan penderita DBD tidak ke puskesmas, tapi langsung ke rumah sakit, karena sudah berat, hngga banyak jatuh korban karena terlambat penanganannya,” kata Tini.
Namun, sampai sekarang belum ada kawasan di Jakarta yang terjangkiti DBD secara luas, saat ini belum ada yang gawat, apalagi KLB (kondisi luar biasa).
JENIS PENYAKIT YANG DIDERITA PNS
DI BALAI KOTA DKI PERIODE 2006-2008
| No. | JENIS | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | ISPA | 5.920 orang | 22,35% |
| 2. | Nyeri otot | 2.793 orang | 10,55% |
| 3. | Hipertensi | 2.310 orang | 8,72% |
| 4. | Nyeri ulu hati | 1.765 orang | 6,7% |
| 5. | Diabetes | 1.624 orang | 6,13% |
| 6. | Metabolisme lemak | 740 orang | 2,86% |
| 7. | Kulit | 958 orang | 3,6% |
| 8. | Diare | 407 orang | 1,54% |
Sumber: beritajakarta.com
JENIS PENYAKIT YANG BERJANGKIT DI JAKARTA
HINGGA NOVEMBER 2008
| No. | JENIS | JUMLAH |
| 1. | DBD | 26.356 kasus |
| 2. | TBC | 2.178 kasus |
| 3. | Diare | 20.106 kasus |
| 4. | Tifus | 10.339 kasus |
| 5. | Leptospirosis | 39 kasus |
Sumber: Dinkes DKI Jakarta
Diakui mantan kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas) Jakarta Barat ini, memang sempat ada yang berstatus merah, setingkat di bawah KLB. Yiatu di Kapuk dan Penjaringan, Jakarta Utara, lalu Bangka, Pondok Pinang, dan Cilandak Timur di Jakarta Selatan, Tegal Alur di Jakarta Barat, dan Kayu Putih di Jakarta Timur. ”Paling banyak, DBD berjangkit pada pasca hujan, karena muncul banyak genangan yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang menjangkitkan DBD,” tuturnya.
Tini menambahkan, selain ISPA dan DBD, saat ini Jakarta juga sedang berjangkit penyakit diare dan penyakit kulit. Penyakit-penyakit itu memang biasa muncul di kawasan yang dilanda banjir. Dia memprediksi, hingga akhir tahun, jumlah penderita DBD hanya bertambah sekitar 2.000 kasus saja. (ban)
