Kamis, 04 Desember 2008

ISPA dan DBD Terbanyak Jangkiti Warga Jakarta

JAKARTA – Tingginya tingkat polusi udara di Jakarta ditambah lingkungan yang tidak sehat, menjadi penyebab utama warga Jakarta yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Dalam catatan Unit Pelayanan Kesehatan Pemprov DKI Jakarta sejak 2006 hingga 2008, sudah terdapat 26.484 penderita ISPA. Sebanyak 5.920 PNS atau 22,35% di antaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS). Tahun ini, yang terjangkiti ISPA sebanyak 6.040 orang. Bahkan, tiap bulannya, tercatat 735 PNS yang mendatangi klinik di Balai Kota.

”Penderita ISPA itu tercatat paling banyak yang datang ke puskesmas,” kata Kasubdis Pemasaran Sosial dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Tini Suryanti, kepada Investor Daily, Rabu (2/12). Namun, kata Tini, ISPA termasuk penyakit yang mudah sembuh, kecuali bagi pasien yang menderita penyakit paru-paru dalam bentuk pneumonia. ”Jika tak cepat ditangani, bisa juga menyebabkan kematian,” ujarnya.

Petugas di Unit Pelayanan Kesehatan di Balai Kota Aryawan Wichaksana, menjelaskan, PNS yang berobat sebagian besarnya merupakan karyawan administrasi, beberapa tenaga pengajar, dan lain-lain jenis pekerja. Selain menderita ISPA, kata Aryawan seperti dikutip beritajakarta.com, mereka juga mengeluhkan adanya gangguan nyeri otot (muscle pain), gejala nyeri ulu hati, mual-mual, dan perut kembung.

Selain ISP, penyakit yang banyak menjangkiti warga Jakarta adalah demam berdarah dengue (DBD). Hingga November 2008, terdapat 26.356 kasus DBD. Disusul penyakit TBC 2.178 kasus, diare 20.106 kasus, tiphus 10.339 kasus, dan leptospirosis 39 kasus.

Dari jumlah itu, sudah sebanyak 24 orang meninggal dunia. ”Kebanyakan penderita DBD tidak ke puskesmas, tapi langsung ke rumah sakit, karena sudah berat, hngga banyak jatuh korban karena terlambat penanganannya,” kata Tini.

Namun, sampai sekarang belum ada kawasan di Jakarta yang terjangkiti DBD secara luas, saat ini belum ada yang gawat, apalagi KLB (kondisi luar biasa).


JENIS PENYAKIT YANG DIDERITA PNS
DI BALAI KOTA DKI PERIODE 2006-2008

No.

JENIS

JUMLAH

PERSENTASE

1.

ISPA

5.920 orang

22,35%

2.

Nyeri otot

2.793 orang

10,55%

3.

Hipertensi

2.310 orang

8,72%

4.

Nyeri ulu hati

1.765 orang

6,7%

5.

Diabetes

1.624 orang

6,13%

6.

Metabolisme lemak

740 orang

2,86%

7.

Kulit

958 orang

3,6%

8.

Diare

407 orang

1,54%

Sumber: beritajakarta.com

JENIS PENYAKIT YANG BERJANGKIT DI JAKARTA
HINGGA NOVEMBER 2008

No.

JENIS

JUMLAH

1.

DBD

26.356 kasus

2.

TBC

2.178 kasus

3.

Diare

20.106 kasus

4.

Tifus

10.339 kasus

5.

Leptospirosis

39 kasus

Sumber: Dinkes DKI Jakarta

Diakui mantan kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas) Jakarta Barat ini, memang sempat ada yang berstatus merah, setingkat di bawah KLB. Yiatu di Kapuk dan Penjaringan, Jakarta Utara, lalu Bangka, Pondok Pinang, dan Cilandak Timur di Jakarta Selatan, Tegal Alur di Jakarta Barat, dan Kayu Putih di Jakarta Timur. ”Paling banyak, DBD berjangkit pada pasca hujan, karena muncul banyak genangan yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang menjangkitkan DBD,” tuturnya.

Tini menambahkan, selain ISPA dan DBD, saat ini Jakarta juga sedang berjangkit penyakit diare dan penyakit kulit. Penyakit-penyakit itu memang biasa muncul di kawasan yang dilanda banjir. Dia memprediksi, hingga akhir tahun, jumlah penderita DBD hanya bertambah sekitar 2.000 kasus saja. (ban)

Rabu, 03 Desember 2008

Kompol Sambodo

Satu Hari, Anak Motor di Markas TMC

"Ada yang bisa kami bantu? Dari bapak siapa? Tabrak lari?Kejadiannya di mana? Bapak masih ingat nomor polisi mobil yang menabrak? Berapa nomornya? Baik, berapa nomor telpon bapak? Baik, anggota kami yang terdekat dengan posisi itu segera bergerak." Begitulah kalimat salah seorang operator di Traffic Management Center (TMC) yang didengar oleh 74 orang bikers dari 18 klub motor di Jakarta, belum lama ini. Beberapa komunitas atau klub tersebut di antaranya Independent Bikers Club (IBC), Honda Supra Jakarta (HSJ), Yamaha Vixion Club (YVC), dan Pulsarian Community.

Kantor TMC ada di markas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, sayap kiri. Kunjungan itu diprakarsai Road Safety Association (RSA).

Setelah memasuki ruangan monitor yang mirip bioskop, petugas TMC memperlihatkan layar proyektor komputer yang langsung menampilkan lokasi sekitar tempat kejadian perkara, dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). GPS itu terpasang di 29 unit mobil dan 15 unit sepeda motor patroli. Bahkan, di seluruh jagat Jakarta telah dipasang sebanyak 160 unit kamera pengawas (CCTV) yang ditempatkan di berbagai titik macet dan rawan gangguan keamanan. Di antaranya di kawasan Pancoran, Bundaran HI, Mabes Polri, hingga Istana Negara.

Melalui CCTV , terlihat pula posisi polisi terdekat dengan lokasi. Petugas di TMC lainnya langsung memberikan informasi pada polisi terdekat itu. Pada layar proyektor lainnya, nomor polisi kendaraan yang diduga melakukan aksi tabrak lari, pencurian, dicari datanya, lewat jaringan intranet. Setelah data masuk, keluarlah nama pemilik kendaraan, alamat, nomor rangka, nomor mesin, tahun pembuatan, dan data lainnya.

Selain telepon 112, pengaduan bisa melalui pesan pendek ke nomor 1717, bisa pula mengklik di internet lewat alamat situs http://www.lantas.metro.polri.go.id, atau kirim fax ke nomor 021 5276004. Bisa juga telepon ke 021 5276001.

"Semua peralatan itu difungsikan petugas (TMC), selama 24 jam, yang dibagi dalam tiga shift. Mereka bekerja di ruangan khusus berukuran 10 X 10 meter persegi,"ujar Koordinator TMC Komisaris Polisi Sambodo di ruang monitor TMC.
TMC pertama kali diluncurkan 11 April 205 oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya ketika itu Kombes Djoko Susilo. Lembaga itu sangat membantu tugas polisi saat bertugas di jalan raya (polantas). “Bayangkan, sejak Januari tahun ini sampai 15 November 2008, sudah terjadi 3.462 kecelakaan lalu lintas, 75% di antaranya kecelakaan sepeda motor. Karena itu, hati-hati di jalan. Saya yakin kalau anak-anak klub motor selalu pakai helm full/half face, menggunakan sepatu saat berkendara, dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Sambodo.

Safety Riding

Sebelumnya, (8/11), komunitas anak motor telah mengadakan kampanye keselamatan berkendara (safety riding) di jalur utama kota Jakarta, seperti Sudirman, Thamrin, hingga Senayan. Acara yang dikemas pada ajang kumpul komunitas Indonesia Consumunity Expo (ICE) 2008 itu dalam berbentuk konvoi dan pembagian pamflet , stiker, dan leaflet. Mereka juga mengadakan kuis safety riding berhadiah helm full face, bodyprotector, dan sarung tangan.

Upaya menanamkan kesadaran berkendara yang baik dan selalu tertib lalu lintas juga akan dilakukan di kalangan pelajar. Pertengahan Desmber mendatang, IBC akan mengggelar program Safety Riding Goes To School dengan melibatkan instruktur dari RSA maupun produsen otomotif. (rw/ban)

DIDUGA SINDIKAT PERJUDIAN TERBESAR DI JADEBOTABEK

Terbongkar, Judi Togel Beromzet Rp 1 Miliar

BEKASI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Metro Tambun, Kabupaten Bekasi berhasil membongkar jaringan perjudian togel beromzet hingga Rp 1 miliar per bulan.

Kapolsek Metro Tambun AKP Shinto Silitonga memperkirakan, perjudian tersebut merupakan yang terbesar di kawasan Jadebotabek. Dalam sebuah penggerebekan, Selasa (2/12), petugas berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai bandar, yaitu Parulian S (36), warga Kampung Jatimulya, Tambun Selatan, Fernando S (28), warga Perumahan BKKBN, Kelurahan Mustika Jaya, Bekasi.

”Mereka telah lama menjadi buron Polda Metro Jaya,” kata Shinto kepada wartawan, kemarin. Selain menangkap dua orang bandar, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di lokasi penangkapan, antara lain alat perjudian, telepon genggam (ponsel), dan sejumlah uang. Namun, Shinto tak menjelaskan berapa jumlah uang yang disita.

Menurut Kapolsek Tambun ini, Parulian mengaku punya anak buah 26 orang yang setiap hari menjual kupon togel kepada pelanggannya. Para pelaku, kata dia, dapat dijerat Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perjudian. Ancaman hukumannya berupa kurungan hingga 10 tahun.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menengarai sekurangnya ada enam perwira polisi yang terlibat ’melindungi’ kasus perjudian di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat. Mereka diancam terkena sanksi. Saat ini, mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh tim dari Bidang Propam Polda Metro Jaya.

Sindikat Traficking

Sementara itu, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Polda Metro Jaya berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai germo yang mempekerjakan 65 perempuan di dua hotel di Jakarta.

Dalam operasi dengan nama sandi ’Bunga’ pada Senin (1/12) tengah malam, polisi mengadakan penggerebekan di Hotel Fashion di Jalan Gunng Sahari, dan Hotel Nikko di Jalan MH Thamrin, Jakpus. Di kedua hotel itu, polisi berhasil mengamankan 65 perempuan muda yang bekerja di spa dan karaoke. Sebanyak 52 perempuan di Hotel Fashion, 21 orang di antaranya berasal dari Tiongkok. Dari Hotel Nikko, 13 perempuan. Polisi curiga mereka juga melakukan praktik prostitusi terselubung.

"Dikhawatirkan terjadinya traficking dengan modus tertentu. Contohnya pemalsuan data KTP di mana umur yang tercantum berbeda dengan kenyataan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan, Selasa (2/12), di sela-sela reka ulang kasus mutilasi dengan pelaku Yati (35) di Tangerang, seperti dikutip Antara. Sedangkan tiga orang germo yang ditangkap adalah To, Tg, dan Al. Mereka adalah pengelola dan agen para perempuan muda itu.

Iriawan menjelaskan, operasi ’Bunga’ dilakukan serentak di 11 Polda, termasuk Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, dan Polda Batam. ”Operasi ’Bunga’ ini dilakukan untuk menekan terjadinya kejahatan traficking,” kata Iriawan yang memimpin operasi tersebut.

Saat ini, para perempuan ditetapkan sebagai korban, sedangkan ketiga germo itu langsung ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. "Jika terbukti bersalah, mereka (ketiga germo itu), bisa dikenakan Pasal 293 KUHP dan UU No.21 Tahun 2007 (tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Advokasi Tenaga Kerja Indonesia Perempuan Luar Negeri) dengan ancaman lima tahun penjara," ujarnya.

BOX

Penyelundupan Blackberry di Bandara

Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) berhasil menyita sejumlah barang selundupan, berupa ratusan unit telepon genggam (ponsel) Blackberry asal Hong Kong maupun ribuan keping digital video disc (DVD) dan kepingan blu ray disc (BRD), piringan cakram padat berteknologi tinggi. Barang-barang yang terakhir itu berasal dari Singapura dan nilainya mencapai Rp 1,1 miliar.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Bandara Soekarno – Hatta (Soetta) Eko Darmanto menjelaskan, sekitar 10.250 keping DVD dan 100 ponsel Blackberry berhasil diamankan petugas, karena tidak memenuhi prosedur barang impor. Ke-100 Blackberry itu meliputi 50 HP tipe 83 XX seri Curve dan 50 HP tipe 90 XX seri Bold. Potensi kerugian negara karena hal ini Rp 250 juta-Rp 300 juta.
"Barang-barang tersebut kami tegah (batasi) karena tidak memenuhi persyaratan perizinan. Untuk DVD harus ada sertifikasi lulus sensor dan hak importasi. Sedangkan untuk Blackberry harus memenuhi sertifikasi dari (Dirjen) Postel," kata Eko, Selasa, di Cengkareng.

Ponsel Blackberry yang dikirim melalui perusahaan kargo DHL itu dikemas dalam karton dan dikirim dari Hongkong ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 827, Senin 1 Desember 2008 pukul 13.30 WIB. "Barang-barang itu dikirimkan dari Hongkong kepada penerima berinisial J dan R yang domisili di Jakarta," Eko menambahkan.
Sedangkan, DVD dan BRD dibawa empat orang penumpang berinisial S, W, S, dan D yang tidak melaporkan barang bawaannya dalam custom declaration.
”Empat orang itu baru saja datang dari Singapura, dengan menggunakan pesawat Singapore Airlines bernomor penerbangan SQ 958, Jumat 28 November 2008 pukul 10.30 WIB,” kata Eko. (ban/ant)

Selasa, 02 Desember 2008

AKIBAT Hujan Lokal di Jakarta

Pohon bertumbangan dan Banyak Genangan

JAKARTA- Hujan lebat yang mengguyur sebagian tempat di Jakarta , Selasa (2/12) siang, telah mengakibatkan sejumlah pohon bertumbangan. Bahkan, atap gedung genset milik Pertamina di Jakan Perwira, Jakpus roboh dan menimpa dua buah mobil, yaitu Honda Civic masing-masing bernomor polisi B 910 ID dan B 8221 GT.

Pohon tumbang di halaman rumah milik Chandra di Jalan Tebet Raya 5, Jaksel, telah menimpa lima unit mobil berbagai merek. Pohon itu juga telah memutuskan kabel listrik. Pohon tumbang lainnya terjadi di Jalan Matraman Raya arah Jatinegara, Jakarta Timur serta di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Traffic Management Center (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya melaporkan, hujan lokal tersebut juga mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan. Antara lain, di smapaing Polsek Matraman,setinggi 20 cm, di Jalan S Parman depan kampus Tarumanegara setinggi 10 cm, serta di Jalan Kayu Putih 10 cm. Genangan melanda Jalan MH Thamrin, tepatnya di kawasan gedung Sarinah,

Sementara itu, di kawasan Jakarta Utara, sebagian wilayahnya kembali diterjang rob atau gelombang pasang air laut dari pantai utara (pantura). Di antaranya di pasar Ikan di Muara Baru hingga Museum Bahari. Jalan RE Martadinata, Ancol juga terendam beberapa centimeter.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menyatakan, pihaknya sudah mengantisipasi datangnya rob dengan meninggikan sejumlah tanggul. Tanggul-tanggul itu, kata Wagub, sebetulnya menjadi tanggung jawab pihak Pelindo II dan Departemen Perikanan dna Kelautan (DKP). “Namun, pembangunan itu belum tuntas sehingga banjir air pasang masih kerap menerjang Muara Baru,” kata Prijanto, kemarin, di balai Kota.

Jalan Berlubang

Akibat seringnya rob, jalanan di kawasan itu mulai rusak, ditandai oleh munculnya banyak lubang di jalanan. Antara lain di Jalan RE Martadinata, depankantor Walikota Jakarta Utara, depan depo Pertamina di Plumpang, Jalan Enggano, dan Jalan Cakung –Cilincing.

Jalan berlubang juga masih terdapat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan Jalan Warung Buncit Raya. Khusus Jalan Gatot Subroto, lubang banyak terdapat di samping jalur busway. Sebagian lubang sudah ditambah, tapi tidak merata, jadi justru membuat jalan bergelombang hingga membahayakan pemakai jalan, terutama sepeda motor.

Saat ini, PemprovDKI Jakarta sedang mengejar tayang proyek perbaikan jalan hngga 15 Desember sebagai bata sakhir pelaksanaan proyek Dinas Pekerjaan Umum. Akibatnya, lau lintas di ruas jalan tersebut mengalami kemacetan. (ban/*)